Tak Berkategori

Menjadi caregiver pasangan sakit mental

Tentu setiap pasangan mendambakan kehidupan harmonis, penuh kemesraan. Lalu bagaimana jika pasangan mengidap gangguan mental. Aku harus gimana ya?

Pertama-tama kamu harus sadari bahwa pasangan Anda tidak sedang baik-baik saja. Setelah mengetahui apa yang dialami oleh pasangan, sadari sepenuhnya dan refleksikan pada dirimu sendiri. β€œApakah aku bisa menghadapi ini semua? Apakah semua ini layak untuk dipertahankan?” Pertimbangkan resikomu secara matang. Berat rasanya, namun kamu juga memiliki hak untuk menjaga kesehatan mentalmu sendiri.

Sulit bukan berarti tidak mungkin, bukan? Kamu bisa berkomunikasi dengan keluarga maupun sahabat mengenai apa yang sedang terjadi dengan kalian. Melepaskan semuanya juga bukan pilihan yang mudah. It’s okay jika kamu memutuskan untuk mengakhiri segalanya. Kamu memiliki hak untuk itu. Untuk mempertahankan dirimu dan kesehatan mentalmu. Memang terdapat situasi dimana melepaskan adalah pilihan yang terbaik bagi kalian berdua.

Memang tidak mudah memiliki pasangan yang orang awam sebut tempramental, pemarah, curigaan, yang sebenarnya terjadi adalah dia sakit. Mungkin sebelum mencercanya kita bisa bercermin dulu ke masa lampau, sebelum menikah apakah perilakunya sama, atau pada saat ia menjalani pengobatan apakah kondisi dan perlakuan dia ke kamu sama. Saya yakin tidak. Untuk diketahui, orang yang sehari-harinya dianggap normal bisa saja berubah bahkan berbahaya jika psikisnya mental illness.

Menjadi caregiver ada sisi positif dan negatif. Sisi positifnya kita bisa belajar bertoleransi terhadap mood orang lain/pasangan/suami/istri. Mood dia yang dikendalikan oleh sistem di syarafnya yang tidak seperti orang normal. Mendampingi orang depresi/suicidal/ODHA itu susah bahkan menyiksa. Enggak sedikit keluhan dari para caregiver yang ketularan gloomy nya. Mereka yang memiliki gangguan psikomatik klinis itu bisa membentak dan mengusir/memukul. ‘GUE PENGEN MATI, LU KAGAK TAHU JADI GUE GIMANA RASANYA’ atau ‘GUE LELAH, LU NAHAN GUE SAMA AJA NYIKSA GUE’ Ini yang mereka rasakan. Kalau sudah begini, buyar sudah rasanya selebaran-selebaran pelajaran psikologi yang bilang kalau mereka cuma butuh didengarkan. Kagak, boro-boro di saat yang sama, kita tahu bahwa mereka bisa jadi tidak bermaksud seperti itu. Semua diluar keinginan oleh sebab ketidakseimbangan senyawa dapat membuat orang tidak menjadi dirinya sendiri.

Pikiran, perasaan (mood), energi dan aktivitas mereka pada fase manik akan naik, di fase depresif mendadak menurun, mereka merasa putus asa, sakit, kesepian, dan semua hal itu menimbulkan agresi tanpa dikehendakinya. Fase manik jika kambuh, mereka sangat sensitif terhadap gerak-gerik orang sekitar, mereka mudah curiga dan emosional terhadap hal yang dianggapnya intoxiciating. Jangan sesekali memancing ini, hal yang membuat mereka panik. Hindari judgemental words seperti ‘dasar gila’, ‘tidak berguna’, ‘mati saja kau’, ‘dasar lemah’ dan kalimat-kalimat menyakitkan. Jika dia brutal dan berbahaya, agresif dan halu artinya dia menuju mental illness akibat salah perlakuan. Ini yang harus difahami seluruh keluarga, kamu sebagai pasangan dan dirinya.

Orang dengan gangguan mental ketika fase depresif akan mengasingkan diri, peran kamu sebagai pasangan disini sangat dibutuhkan, uluran kasih sayang, memberikan ruang agar tetap atensi terhadap keberadaannya, ini akan membuat mereka tenang dan sangat berperilaku baik terhadap sekitar.

Tidak semua orang faham dan tidak berarti kita akan sepenuhnya siap dan kebal dari sakit hati dalam mendampingi. Namun ketidakfahaman kita terhadap pengidap gangguan mental bisa dipelajari dengan perbanyak membaca tentang gangguan mental dan cara penangan, bisa juga bergabung ke komunitas, kamu bisa sharing keluhan apa saja.

Karena kamu bukan psikolog atau psikiater, maka saya akan beri kiat menjadi penjaga keluarga yang sakit mental, adalah.

  • Sering ajak ngobrol, bercerita hal-hal menyenangkan. Sedikit curcol, dulu waktu Ibu saya sakit hingga mentalnya terguncang karena tidak terima penyakitnya. Saya sering ajak ngobrol hal yang menyenangkan. Dan memancing dia untuk bercerita dengan pertanyaan. Dengan begitu ia bisa sejenak melupakan keadaan sakitnya.
  • Mengajaknya berkomunikasi dengan orang lain, dan keluarga. Hubungkan dia ke orang terdekat, ini bisa sebagai terapi agar dia berasa bahwa DIA SEDANG DIRINDUKAN OLEH BANYAK ORANG.
  • Sentuhan fisik. Pelukan dan pegangan yang erat saat masa-masa kritis sangat dibutuhkan oleh pasien, loh! Karenanya jangan ragu untuk melakukan sentuhan fisik. Lupakan karena kondisi dia yang mungkin belum mandi dan ada bau dari obat-obatan dan pernah memukul. Yakinlah bahwa kehadiranmu di saat masa seperti ini adalah hal terpenting untuk ia tetap berjuang hidup kedepan.

Mengurus orang yang tidak stabil akan menguras waktu, tenaga, dan emosi. Apalagi kalau sudah relaps. Pastikan kamu juga jangan sampai terbawa, kamu bisa lakukan pada saat ia tidur, kamu bisa istirahat atau melakukan hal lain yang menyebangkanmu. Iya, iya saya mengerti melakukan pekerjaan ini tidak mudah, tidak sedikit yang gagal dan sabar. Hal ini membuat menyesakkan, bikin lelah, bisa-bisa mengambil alih emosi kita juga, ketika itu terjadi maka berhenti sejenak, jaga jarak untuk sehat.

Kemudian kamu bisa lakukan hal ini, banyak-banyak dekat dengan orang yang ceria, stabil, dan positif. Charge dulu energi. Ingat, diri kamu sendiri lebih utama. Kamu juga berhak lelah. Kamu sehat, pasangan kamu juga stabil. Jangan lupa segera bawa ke psikiater, pasangan Anda butuh penanganan khusus.

Semoga bermanfaat. ☺

Iklan
Tak Berkategori

Menjadi teman curhat

Hai. Weekend I’m coming..

Sembari diperjalanan dan beres-beres saya mau cerita sedikit. BTW, Saya sering jadi teman curhat. Menjadi tempat curhat sendiri, bukan berarti saya selalu dapat memberikan jawaban lalu mereka puas dan datang lagi untuk masalah baru. Menjadi tempat curhat artinya saya ikut tertarik ke dalam masalah teman, sedikit banyak juga ikut memikirkan solusi dan otomatis tenggelam dalam masalahnya.

Buat @luzzea. Maaf ya Dek kadang Kakak Zania suka telat bales WhatsApp. Sering lambat merespon.

Bagi teman-teman yang juga sering jadi tempat curhat. Saya kasih tips cerdik agar tidak terlalu larut dalam permasalahan teman kelen gesss.

  • Mendengar Yes, Tertarik No

Saat teman bercerita, sediakan telinga, cukup dengarkan, kalau itu textual, simak aja dulu, tidak usah terlalu banyak menyelak dan bertanya ini itu. Biarkan ia mengungkapkan apa yang tengah menimpa dirinya. Tunjukkan lewat ekspresi wajah dan sikap tubuh bahwa kamu ada disisinya. Dalam keadaan seperti ini, ia hanya ingin didengar dulu untuk meringankan pikirannya.

  • Tak Perlu Merasa Bersalah

Berhati-hatilah, menampung terlalu banyak masalah orang lain bisa mempengaruhi emosi dan pikiran sendiri. Ketika kita memberikan saran/solusi, maka ada beberapa kemungkinan. Keadaan semakin membaik, semakin buruk atau saran yang kamu berikan dipersepsikan berbeda sehingga solusi yang diambil salah. Jika itu terjadi kamu tidak perlu merasa bersalah karena kamu kan bukan psikolog profesional yang ahli dalam memberikan solusi yang tepat semua jawaban dari masalah orang lain. At least you tried! πŸ˜‰

  • Empati & Simpati yang Proporsional

Menjadi tempat curhat membutuhkan rasa empati (pengertian terhadap perasaan, kebutuhan dan penderitaan pribadi orang lain), tanpa melibatkan sikap emosional atau simpati yang berlebihan.

  • Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Awalnya kamu memang excited ketika orang lain menumpahkan perasaannya pada kamu. Timbul rasa dibutuhkan dan dipercaya. Namun ketika sms/inbox/chattig selalu penuh dengan keluh kesah sang teman, bisa dipastikan kamu mulai merasa jenuh. Jika ini mulai mengganggu, bukan kewajiban kamu untuk terus menomorsatukan dirinya. Prioritaskan apa yang paling penting dulu, baru respon ia (itupun jika kamu mau melakukannya tidak dengan terpaksa). Bila tak ingin diganggu, matikan telepon saat kamu butuh istirahat. Pakailah waktu untuk diri sendiri dengan melakukan hobi kamu. Me time!

  • Jangan jatuh iba

Jangan terlalu terpengaruh dengan masalah sang teman sehingga kamu sampai begitu jatuh iba padanya. Kamu hanya perlu memberikan tanggapan positif ketika ia selesai bercerita seperti tersenyum, memeluknya atau melontarkan lelucon agar suasana menjadi lebih ceria.

Semoga bermanfaat! πŸ˜‰

Tak Berkategori

Gue Malas Bersosialita

Duh…duh…sudah berapa lama ya gue gak menulis artikel baru di Blog ini. Ada mungkin 10 bulanan kali ya semenjak pertama kali gue ngeblog.

Trus Zania selama ini kemana aja? Sibuk kegiatan Real Life lah, juga….teng..teng…gue males bersosialita. Qiqiqi. Gue bener-bener menghilang dari dunia fantasi. Fb, Instagram, Twitter juga pernah punya loh. Tapi penyakit males eksis di dunia maya termasuk bloging ini yang susah dihilangkan.

Kadang-kadang kepengen buka sosial media, yaampyuuun malesnya. Kalau sudah pulang kerumah tu pengennya rebahan, istirahat, bukannya mantengin Hape lagi. Mata gue sudah lelah untuk mengekploitasi energi ke dunia maya. Mending bawa istirahat agar esok fit lagi, kalau kata gue; ‘Jiwa dan Raga berhak untuk sehat maka istirahatlah dengan cukup’ 😊

Zania ucapin makasih yaa buat temen-temen maya yang kangen ama gue. Yang ngontak gue di WA, SMS, Telpon, Email juga ada masuk. Ciyeee kangen.

‘Apakah gue bener-bener sama sekali enggak buka socmed!? Pasti nebak-nebak kan, gue miara clone nih!’

-Oh..kagak ye, gue kadang masih buka socmed jika ingin untuk waktu relatif singkat.

Memang ada notifikasi dari temen-temen, tidak cukup membuat gue bergerak, meski mereka terkesan mancing gue. Yaelaah guys tapi thanks loh attentions kalian, gue tuh baik-baik ajah, jauh lebih baik ketika mengurangi aktivitas permayaan yang penuh kontroversial melebihi acara gossip silet yang dibawakan Fanny Rose. Tenang, adakala nanti gue aktif lagi jika kegiatan gue rampung dengan semfurrrnaaa. 😊 Maklum gue cewek tipe perfeksionis, kalau ada fokus, gue bener-bener dalam keseriusan disana agar hasil sempurna. Akhir-akhir ini juga gue musti safari bolak-balik, pulang sekitar jam 11 malem baru gue pegang Si Samsung gue ini. Doakan gue aja agar selalu sehat yaach.

Oiya, gue ada bingkisan nih, sebuah syair sholawat. Cekidooot sorry gue pake Hp aja ngerekamnya. Dengerin pake earphone dong biar gak terlalu bising. Semoga syuukaaaak dan semoga besok pagi telinga elu-elu pada masih normal :v

Dah dulu yaah, gue mau cuss alam pseudobarzah. Kiss jauh dari gue. Kya kya kya πŸ˜‚

Tak Berkategori

Cerewet

“Ih, dasar cewek, cerewet!” Pernahkah Anda ‘diejek’ lawan jenis Anda dengan kata-kata itu? Saya pernah. Dan saya tidak marah karena memang benar πŸ˜‚ Benar juga kata kandidat doktor bidang PAUD, mbak Mukti Amini Farid; bahwa karena cerewet itulah wanita bisa melakonkan perannya dengan baik. Ibu yang cerewet akan sangat membantu kemampuan komunikasi si anak. Kemampuan verbal si anak akan terasah dengan baik dibanding Ibu yang pendiam.

Mengapa wanita relatif lebih cerewet daripada pria? Sebenarnya, ini hanya satu dari beberapa perbedaan pria dan wanita yang disebabkan oleh perbedaan struktur otaknya. Menurut penelitian, terdapat perbedaan struktur otak antara perempuan dengan laki-laki yang terbentuk sejak dalam kandungan. Perbedaan struktur otak ini sudah terlihat ketika bayi berusia 26 minggu. (Reuwen dan Anat Achiron, 2001). Michael Guriaan dalam bukunya What Could He Be Thinking menjelaskan, bawah perbedaan mendasar antar kedua jenis kelamin itu adalah:

1.Dibanding perempuan, otak laki-laki cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebih kompleks. Oleh karenanya, berbagai kemampuan spasial seperti perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik, relatif lebih dikuasai kaum lelaki.

2.Korteks otak lelaki lebih banyak tersedot untuk melakukan fungsi-fungsi spasial dan cenderung memberi sedikit porsi untuk memproduksi dan menggunakan kata-kata. Hal sebaliknya terjadi pada perempuan, sehingga kemampuan verbal (berbahasa) pada perempuan relatif lebih baik.

3.Kumpulan saraf yang menghubungkan otak kiri-kanan atau corpus collosum otak laki-laki lebih kecil dibanding otakperempuan. Bila otak pria hanya menggunakan belahan otak kanan, otakperempuan bisa memaksimalkan keduanya. Itulah mengapa perempuan lebih banyak bicara ketimbang pria. Dalam sebuah penelitian disebutkan, perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata per hari, sementara pria hanya 7.000 kata.

4.Kemampuan perempuan dalam memaksimalkan kedua belahan otaknyajuga membuat perempuan rata-rata lebih mampu mengerjakan banyak hal sekaligus dalam satu waktu, sementara pada lelaki umumnya fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu.

5.Otak perempuan lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap tenang. Tak anehjika wanita lebih kalem ketika menanggapi ancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam.

6.Pusat memori (hippocampus) pada otak perempuan lebih besar ketimbang pada otak pria, sehingga relatif mudah lupa, sementara perempuan bisa mengingat segala detail.

7. Sementara berdasarkan penelitian lain, ternyata amigdala (bagian otak yang mengatur emosi) pada perempuan lebih cepat bekerja saat menerima rangsang emosional dibanding lelaki.


Nah, sekarang sudah tahu kan, mengapa pada beberapa hal, pria berbeda dengan wanita? Jadi, tak usah marah-marah jika dibilang cerewet, karena itu memang normal-normal saja 


hyaaa πŸ˜…

Tak Berkategori

Bangkrut dan Impoten

Hidup itu kejam, bukan lagi aneh. Hal terpenting dalam hubungan menurut saya adalah komunikasi 2 arah dan kejujuran agar kepercayaan tersemat selamanya. Ini modal pertama untuk menancap pondasi rumah tangga. Kalau masa pacaran saja sudah main umpet-umpetan, seterusnya sampai kiamat juga bakal seperti itu.
Ini gue ambil secara copas dari tulisan akun fb bernama Estiana Arifin

Teman gw akhirnya bercerai juga. Setelah mencoba bertahun-tahun mempertahankan rumah tangga. Istrinya mendapat rumah beserta isinya serta anak mereka. Teman gw keluar dengan mobil cicilan yang belum lunas. Dia baru saja resign dari pekerjaan sebelumnya dan sekarang merintis usaha baru dari 0.


“Perceraian membangkrutkan laki-laki,” katanya. Tabungannya dibagi dua dengan istri sebagai harta gono-gini. Dia masih harus tiap bulan memberi biaya hidup pada anaknya sesuai keputusan pengadilan. Uang untuk itumengikis tabungannya. Sementara dia harus membayar kontrakan, cicilan mobil, biaya hidupnya sendiri. Usahanya baru saja akan merangkak. Dia harus berhemat.


“Otomatis gw impoten,” katanya datar. Gw diam aja. Dalam hati gw prihatin. Buat gw memang dunia ini aneh. Suami baik-baik dapet istri bajingan. Perempuan tulus, dapet laki-laki sialan. Orang yang sungguh-sungguh dan menghormati komitmen, dapat pasangan si culas yang busuk perangai. Orang yang licik dan egois malah dapat pasangan baik hati dan jujur. Pusing kepala. Kenyataan seperti ini membuat hati gw hambar.


Bos gw dulu punya 3 rekening. 1 rekening yang diketahui istrinya, 2 lagi rekening rahasia yang tuhan pun tak dikasi lihat. Dia tidak sepenuhnya jujur tentang keuangan, padahal istrinya gw kenal sebagai perempuan sederhana yang tidak akan bertindak merugikan dirinya. “Ntar kalau ada apa-apa, apa semua harta benda dan duit yang gw pegel-pegel cari harus gw bagi dua? Kere dong gw?” kata mantan bos. Iya juga, kalau jujur akan seperti teman gw. Dia jujur soal keuangan sejak masih pacaran. Sayang istrinya setelah menjadikan dia mesin ATM, minta cerai ujungnya. Teman gw akhirnya hanya punya hutang dan tinggal nafas doang. Malah kontol pun ga bisa ngaceng lagi saking berat bebannya.


Hanya, yang dilakukan mantan bos gw itu buat gw mengerikan, sekaligus menyakitkan. Kalau gw jadi istri pria model begitu, itu akan membuat gw berduka. Alangkah pedih, orang yang hidup bersama-sama tapi tidak sepenuhnya menaruh kepercayaan, malah berpikir kita bisa saja merugikannya. Ini sangat menyakitkan daripada kenyataan dia pelit soal duitnya. Hubungan pernikahan seperti apa itu, tidak sepenuhnya? Tapi ketika sepenuhnya malah kayak teman gw, dibangkrutan perceraian dan berakhir impoten.

Tak Berkategori

7 Cara Cepat Meredakan Pertengkaran Dengan Pasangan

Bete ya kalau lagi bertengkaran. Kepala pun juga pusing. Gue juga pernah bertengkar. Topik masalahnya cuma satu. Ah gue gak mau nyebutinnya. Lebih baik amnesia hehe

Ini gue copas dari kelascinta.com. 

Percaya atau tidak, bertengkar dengan pasangan ternyata sehat, lho. Tetapi, pertengkaran yang sehat adalah yang konstruktif, bukannya destruktif. Pertengkaran diperlukan untuk membahas perbedaan dan kebutuhanmu pada pasangan. Namun, yang bikin pertengkaran dengan pasangan tidak sehat adalah kalau kalian saling membentak dan menyakiti.

Begitu pertengkaran dimulai, sulit rasanya menenangkan diri dan mencoba meredakan situasi. Tahu-tahu semuanya sudah di luar kendali dan rasanya seperti tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Jangan bersedih dulu. Sebenarnya, ada banyak cara meredakan pertengkaran agar kalian cepat baikan.

Bagaimana caranya? Pertama-tama, tenangkan dulu dirimu, tarik napas dalam-dalam, dan ingat, kamu ingin masalah selesai dan berbaikan dengan pasangan. Setelah itu, pelajari caranya meredakan pertengkaran dengan pasangan berikut ini.

1. Fokus Pada Apa yang Kamu Rasakan Saat ini

kesalahan dan ucapan pasangan dalam pertengkaran, fokus pada apa yang kamu rasakan saat ini. Artinya kalian peduli satu sama lain dan kamu ingin fokus pada perasaan pasangan juga. Tidak hanya meredakan pertengkaran, pasangan akan merasa dimengerti olehmu.

Atasi pertengkaran dengan kelembutan dan kebaikan. Jika pasangan tidak merasa dimengerti, dia makin sedih dan sulit diajak menyelesaikan masalah bersamamu.